“Satu-satunya media yang secara rutin mengabarkan rilisan jersi baru dari level dunia hingga kasta keempat Liga Indonesia”

Open Mic Ala #AnakJersi, Terobosan Acara Buat yang Jenuh sama Aktivitas Jual Beli

Di tengah kultur jersi yang kerap berhenti pada transaksi, harga pasar, kondisi barang, dan siapa cepat dia dapat, Room49 bersama KJTI menghadirkan sebuah format yang terasa lebih manusiawi: Ngomong-ngomong Soal Baju Bola.

Digelar di Senyawa+ Space, Cikini, pada Sabtu, 13 Juni 2026, acara ini tidak menempatkan pengunjung sebagai penonton pasif. Sebaliknya, mereka diberi ruang untuk naik, membawa satu jersi favorit, lalu membiarkan cerita di balik kain itu berbicara.

Ada 25 orang yang hadir. 12 di antaranya maju dalam sesi open mic, masing-masing dengan durasi maksimal 5 menit. Ceritanya datang dari berbagai arah. Dari klub lokal sampai luar negeri. Dari jersi yang diburu karena desainnya, sampai jersi yang disimpan karena memorinya. Dari perkara pemain idola, momen nonton bola, perjalanan menemukan baju, sampai alasan personal yang membuat satu jersi terasa lebih dari sekadar koleksi.

Di ruang itu, jersi tidak lagi hanya dilihat sebagai barang. Ia berubah menjadi arsip kecil tentang fandom, identitas, nostalgia, dan cara seseorang mencintai sepak bola.

Acara ini lahir dari keresahan yang cukup sederhana: terlalu banyak kegiatan seputar jersi yang berakhir di jual beli, sementara cerita pemiliknya sering tidak pernah mendapat tempat. Di sini, justru peserta yang menjadi pusat acara. Mereka bukan pelengkap. Mereka adalah narasi utamanya.

Sesi trivia di akhir acara, dengan hadiah jersi Timnas dari Kelme, menjadi penutup yang ringan. Namun yang paling tertinggal bukan hanya hadiahnya. Melainkan perasaan bahwa kultur jersi Indonesia masih punya banyak ruang untuk tumbuh, selama ia mau mendengarkan cerita orang-orang yang memakainya.

Dan ini baru permulaan.

Format ini direncanakan hadir rutin, setidaknya sebulan sekali. Jadi, untuk edisi berikutnya, mungkin sudah waktunya memilih satu jersi dari lemari. Bukan yang paling mahal. Bukan yang paling langka. Tapi yang paling punya cerita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top