
Bermain tandang selalu menuntut karakter yang lebih kuat. Jauh dari dukungan publik sendiri, sebuah tim butuh identitas visual yang langsung berbicara saat mereka melangkah keluar dari lorong stadion. Sadar akan hal ini, FC Utrecht dan Castore menolak tampil aman untuk musim 2026/2027. Mereka mengusung narasi “Release The Tiger”, sebuah pendekatan yang mengubah seragam away menjadi sebuah pernyataan sikap.
Kekuatan desain ini justru ada pada eksekusinya yang terukur. Castore menanamkan pola garis harimau secara samar langsung ke dalam material jersey, menghasilkan efek visual yang bold namun tidak berlebihan. Saat dilihat dari dekat atau di bawah sorotan lampu stadion, tekstur loreng ini memberikan karakter yang lebih liar dan dominan tanpa merusak estetika modern.
Agar fokus mata tetap tertuju pada bagian atasan, Castore menyeimbangkannya lewat potongan celana dan kaus kaki berwarna biru solid yang bersih. Di atas desain yang berkarakter ini, jajaran sponsor klub ditempatkan secara proporsional. Indeed kini mengambil panggung utama di bagian dada, berjejer dengan Wissel.nl dan Jongerius Invest B.V., sementara Dassy melengkapi detail di bagian celana.
Yang membuat perilisan ini mendapat sorotan ekstra, khususnya bagi publik Tanah Air, adalah wajah yang berada di garis depan kampanyenya. Bintang muda Timnas Putri Indonesia yang kini tengah menembus ketatnya kompetisi elite Belanda, Claudia Scheunemann, didapuk sebagai ikon utama untuk mempresentasikan koleksi ini. Pemilihan Claudia jelas bukan sekadar taktik marketing biasa. Karakter, ketangguhan, dan keberaniannya menaklukkan panggung Eropa adalah representasi hidup yang paling presisi untuk menerjemahkan semangat “Release The Tiger” ke dunia nyata.






Koleksi tandang ini tidak ditahan untuk waktu yang lama. “Release The Tiger” sudah resmi mendarat di etalase FC Utrecht Fanshop, webshop resmi klub, serta beberapa retailer olahraga terpilih.

